Sentinels mengumumkan bahwa mereka telah berhasil melengkapi roster divisi Valorant mereka setelah berhasil mendatangkan eks pro player Counter-Strike: Global Offensive (CS: GO), Michael “dapr” Gulino.

Dapr bergabung dengan roster Sentinels yang bertabur bintang yang dipimpin oleh eks MVP Overwatch League, Jay “Sinatraa” Won, yang memutuskan hengkang ke Valorant pada April 2020.

Sedangkan para pemain lainnya yang telah bergabung terlebih dahulu dengan Sentinels adalah eks pro player CS: GO lainnya, yaitu Shahzeb “ShahZaM” Khan, Hunter “SicK” Mims, dan Jared “Zombs” Gitlin.

“Dapr akan bergabung dengan daftar roster yang siap untuk bersaing di turnamen-turnamen yang ada dalam beberapa tahun ke depan mendatang sebagai bagian dari ekosistem esports kompetitif Valorant yang berkembang. Tim kami sudah tidak sabar untuk memamerkan apa yang mereka bisa lakukan dalam banyak turnamen yang akan datang,” tulis ofisial Sentinels dalam sebuah pernyataan.



Pada masanya, Dapr begitu dikenal sebagai rifler untuk tim eUnited dari 2018 hingga 2019, di mana ia tampil secara reguler di ESL Pro League dan FACEIT Pro League saat berada di bawah naungan organisasi tersebut. Selain itu Dapr juga pernah bermain bersama Swole Patrol, Lazarus Esports, Team Singularity, dan tim-tim lainnya setelah meninggalkan eUnited.

Sebelumnya, Dapr juga secara resmi pernah mengumumkan kepindahannya ke Valorant pada pertengahan Mei 2020 setelah tim CS: GO terakhirnya, Bad News Bears, dibubarkan karena hasil yang buruk.

“Pada akhirnya, saya mengambil keputusan terbaik secara pribadi untuk beralih ke Valorant ketimbang berada di lingkaran bawah dari Pro League yang telah saya ikuti selama beberapa tahun terakhir,” ucap Dapr dalam sebuah posting di akun Twitter pribadinya.

Dapr adalah satu di antara banyak mantan pemain profesional CS: GO lainnya dari Amerika Utara yang memutuskan pindah haluan ke Valorant. Beberapa nama lainnya seperti Gage “Infinite” Green, Victor “Food” Wong, Ryan “freakazoid” Abadir, dan Jordan “Zellsis” Montemurro sudah memilih hengkang ke Valorant terlebih dahulu dengan harapan menemukan “rumput” yang lebih hijau.

BACA JUGA: Sejak Valorant resmi dirilis secara global, jumlah pemain CS: GO terus menurun