Ketika memikirkan kehidupan sehari-hari seorang pemain eSports, Anda mungkin akan membayangkan sebuah kehidupan yang tenang dan mudah. Secara definisi, gamers profesional hanya duduk di depan komputer dan mengasah kemampuan dengan menatap layar komputer atau gadget dan mengklik tombol selama berjam-jam.

Namun, ternyata ada banyak hal yang harus dilakukan para gamers dalam menjaga kondisi fisiknya untuk bisa berlama-lama duduk dan memainkan permainan, hingga mengasah dan menjaga mental untuk melakoni turnamen.

Michael Artress yang merupakan manajer divisi League of Legends tim Liquid memberikan sedikit pandangan mengenai seperti apa kehidupan para gamers profesional.

“Coba lah Anda duduk di depan komputer selama 10-15 jam berturut-turut dan melakukan hal yang sama berulang-ulang untuk memperbaiki kemampuan dalam bermain. Kita lihat apa yang akan terjadi kepada Anda setelah 9 pekan melakukannya secara berturut-turut,” kata Michael Artress kepada The Next Web.

Jika membayangkan pernyataan tersebut, hal itu bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Dibutuhkan kekuatan fisik dan mental dalam melakukannya, terlebih jika tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dalam bermain gim.

Melalui sebuah studi yag dilakukan Profesor Ingo Froboese dari University of Cologne juga menemukan fakta bahwa meskipun para gamers tampak hanya duduk dan diam mereka harus memiliki ketahanan fisik yang disamakan dengan seorang pebalap mobil.

“Jumlah kortisol (hormon yang dilepaskan tubuh ketika sedang stres) yang dihasilkan hampir setingkat dengan seorang pengemudi mobil balap yang dikombinasikan dengan denyut nadi tinggi. Terkadang mencapai 160 hingga 180 denyut per menit. Jumlah ini setara dengan ketika kita melakukan lari cepat, hampir seperti maraton,” ucap Froboese kepada Deutsche Welle.

Dengan fisik yang tidak mumpuni, tidak mungkin seorang gamers bisa kuat berlama-lama berlatih, meski hanya sambil duduk. Saking pentingnya, tim besar seperti FaZe Clan saat ini memiliki pelatih fitness dan nutrisi, Jasper Schellens.

“Kami sering berlatih mendayung, chin-up… Mereka banyak duduk dan sedikit condong ke depan, jadi saya mencoba untuk lebih fokus pada latihan punggung agar tidak mengalami sakit leher atau punggung. Saya juga melatih mereka kardio sehingga tidak cepat merasa lelah,” tutur Schellens.