Salah satu sosok yang paling dicintai di dunia esports dari Swedia, Markus “pronax” Wallsten, kini telah resmi memutuskan pensiun sebagai pro player Counter-Strike.

Pronax mengumumkan kepastian pensiunnya dari level kompetitif CS:GO melalui akun Twitter-nya. Kabar ini tentu sangat mengejutkan, mengingat Pronax masih berusia 27 tahun dan memiliki curriculum vitae mentereng.

Dalam pernyataannya itu, pronax tidak menjelaskan akan melanjutkan karier sebagai apa, tetap di dunia esports atau tidak. Ia hanya berkata akan beralih ke hal yang “lebih besar dari dirinya”.

https://twitter.com/GODpronax/status/1134166238349996034

“Pada hari ini secara resmi saya mengumumkan pensiun dari level kompetitif CS:GO dan dengan tulus ingin mengucapkan berterima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya mengarungi karier sebagai pemain,” tulis pronax.

“Sekarang saya akan pindah haluan ke sesuatu yang lebih besar dari diri saya. Pernyataan lengkap akan dirilis di masa mendatang.”

Sepanjang karier, pronax pernah tiga kali meraih gelar juara utama CS:GO bersama Fnatic. Ia sukses menjuarai CS:GO Major pertamanya di ajang DreamHack Winter 2013, sebelum meraih prestasi di ESL One Katowice dan ESL One Cologne pada 2015.

Setelah meninggalkan Fnatic pada November 2015, pronax beralih ke beberapa tim Swedia yang lebih kecil, seperti GODSENT, Enyoy, dan Team Ancient bersama bintang-bintang masa depan negaranya.