Setelah menuntaskan BAM 11 dan Fighter’s Spirit 2019 di tempat ketiga, Li-Wei “Oil King” akhirnya sukses merebut gelar juara pertamanya di turnamen tahun ini.

Bertarung melalui winners bracket, dia menghadapi Keita “Fuudo” Ai, langganan runner-up di babak grand final.

Oil King tampak tak terbendung di tahapan awal, bahkan memimpin dengan skor 2-0, yang lantas membuat dirinya dekat pada poin turnamen.

Namun di ambang eliminasi, Fuudo beralih dari permainan defensif Birdie menjadi menyerang dengan berfokus pada R. Mika.

Perlaihan ini dibayar lunas oleh Fuudo dan pertandingan berubah menjadi semakin gila.

Fuudo mampu mengatasi tiga laga berikutnya secara beruntun untuk me-reset bracket seiring dengan Oil King yang gagal menyesuaikan dengan perubahan karakter.

Di set kedua, Oil King me-recovery diri dan mampu mengendalikan permainan pertama, tetapi pukulan telak bait medium beralih menjadi serangan Critical Art, menjadikan Oil King limbung dan memastikan Fuudo mengatasi laga kedua nan krusial.

Oil King mengatasi laga ketiga, tetapi Fuudo kembali membalas di laga game keempat. Dengan skor kini berimbang 2-2, Fuudo membuat kesalahan fatal dengan melakukan aksi di luar jangkauan dan Oil King pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk “menghukumnya”.

Di ronde berikutnya, setelah kembali tersentak Critical Art lainnya dar Fuudo, Oil King akhirnya bertahan dengan baik untuk bangkit dan mengalahkan Fuudo dengan beberapa manuver ciamik.

Berkat keberhasilannya finis di urutan pertama Thaiger Uppercut, Oil King meraih poin 200 CPT, yang membuatnya berada di peringkat 9 di klasemen global dengan poin total 560.