Saat ini, keberadaan esports sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingan memang masih banyak dipertanyakan. Namun, perlahan namun pasti kini banyak negara yang mulai melirik esports sebagai sebuah industri besar untuk meningkatkan kesejahteraan bangsanya.

Setelah beberapa negara serius meningkatkan kualitas esports di dalam negeri masing-masing, hingga kabar terakhir dari Kementerian Budaya Denmark mengaku tengah mempersiapkan strategi dan badan khusus, kini giliran negara Eropa lainnya yang mulai serius menggeluti esports, yaitu Malta.

Negara kepulauan kecil yang berbatasan dengan Italia Selatan itu mengumumkan visi mereka ke depannya dalam mendukung industri esports lokalnya, bahkan menargetkan bahwa cabang ini akan menjadi sumber Produk Domestik Bruto (PDB) mereka.

Pada Rabu (22/5/19), Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat, mengungkapkan visinya tersebut dalam acara bertajuk “Visi Malta untuk Pengembangan Video Game dan Esports”. Untuk menunjukkan keseriusannya, Malta bahkan telah menggandeng perusahaan esports terbesar dunia saat ini, Electronic Sports League (ESL).

Joseph Muscat mengungkapkan bahwa visi ini memiliki tujuan utama, yaitu membuka jalan yang lebih lebar bagi pertumbuhan esports di Malta yang dipercaya akan memiliki potensi dan kontribusi besar bagi negara dalam hal ekonomi karena menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Strategi ini tidak akan menyembunyikan ambisi utamanya. Kami akan mengatakan bahwa dalam satu dekade kedepan, kami ingin sektor ini memberikan kontribusi sebesar 1% dari PDB kami,” ucap Muscat seperti dikutip dari Independent.

“Kami ingin bidang ini melibatkan 2.200 hingga 3.000 jiwa. Ini adalah tujuan yang jelas dan telah kami tetapkan secara terbuka. Ada banyak cara di mana kita akan bekerja sama,” katanya.

Sekretaris Parlemen Malta, Silvio Schembri, juga mengatakan bahwa langkah utama yang diambil pihaknya adalah memberi sarana kepada para pemain yang sudah ada dan melancakan regenerasi.

“Setelah berdiskusi dengan pemangku kepentingan utama, kami berupaya untuk mengambil insiatif edukasi secara signifikan demi mempertahankan talenta-talenta yang sudah ada, memenuhi kebutuhan industri, dan memperlancar regenerasi dalam mengejar karier di sektor yang tengah berkembang ini, yang diharapkan akan terus tumbuh pada tahun-tahun berikutnya,” ucap Silvio Schembri.

Pemerintah Malta juga akan menggandeng organisasi-organisasi lokal untuk mengatur skema beasiswa, berinvestasi dalam pembinaan esports, serta membangun pusat pengembangan dan riset video game.

Selain itu, Malta juga mengumumkan akan mendukung pembangunan ekosistem esports lokal untuk menarik minat kompetisi internasional. Hal ini lah yang mendasari mereka bekerja sama dengan ESL.

“Kami di ESL memiliki misi utama untuk menciptakan ekosistem esport dan kami sangat senang bisa melakukannya di sini dengan dukungan langsung dari Pemerintah Malta,” ucap Ralf Reichert, CEO dari ESL.