Pada Jumat (24/5/2019), PUBG Mobile telah mengungkapkan bahwa mereka akan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk membuat pop-up booth atau posko mudik bertema game besutan Tencent itu selama arus mudak dan balik Lebaran 1440 Hijriah.

Hal ini dilakukan Tencent sebagai ungkapan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang telah menggemari game PUBG Mobile dengan label negara dengan jumlah pemain terbesar kedua di dunia.

“Saat ini, PUBG Mobile memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif tiap bulannya di seluruh dunia. Indonesia menjadi negara nomor dua pengguna bulanan terbanyak,” ucap Oliver Ye, PUBG Mobile Marketing Director Asia Tenggara seperti dikutip dari Kompas.com.

“Kami sangat senang sekali karena dalam waktu dekat akan bekerja sama dengan POLRI untuk menghadirkan posko mudik,” tuturnya.

Tencent mengatakan bahwa posko mudik ini hanya akan hadir di empat titik jalur mudik di Pulau Jawa dalam waktu dekat.

Sejauh ini, dua posko mudik PUBG Mobile sudah terlihat. Seperti dikabarkan Ayobandung.com, satu posko sudah hadir di Nagreg, Jawa Barat. Sementara Sindonews.com juga mengabarkan hal yang sama di Kendal, Jawa Tengah.

Posko mudik PUBG Mobile di Nagreg, Jawa Barat
Credit: Mildan Abdalloh/Ayobandung.com
Posko mudik PUBG Mobile di Kendal, Jawa Tengah
Credit: Eddie Prayitno/iNews

Di posko ini, para pemudik bisa beristirahat dan menikmati suasana booth yang sarat dengan pernak pernik yang ada di dalam game PUBG Mobile. Selain itu, mereka juga bisa memainkan mini-game bertemakan PUBG.

Para pemudik juga berkesempatan untuk mencoba bermain PUBG Mobile melalui perangkat-perangkat yang telah disiapkan oleh penyelenggara.

Demi semakin menggaet minat para pemain game di Indonesia, Tencent dan berbagai pihak juga secara rutin menggelar turnamen, baik untuk level amatir maupun profesional.

Selain itu demi mendekatkan game dengan para pemainnya, terutama di Tanah Air, PUBG Mobile juga menghadirkan konten di dalam game bernuansa Indonesia. Konten terbaru adalah menghadirkan kemeja batik, baju Merah Putih, baju Pangsi khas Betawi, hingga topeng ondel-ondel.

“Program ini kami dedikasikan untuk menciptakan lokalisasi di dalam game kami, salah satunya memperkenalkan budaya lokal Indonesia ke dunia,” ucap Oliver Ye.