Banyak gamers yang mengaku kecewa dengan tampilan visual yang “tidak terlalu berdarah” ada pada gim Borderlands 2 seperti versi pertama. Namun hal tersebut kembali tampak pada gim edisi ke-3.

Kepada Windowscentral.com, Gearbox Softwear sebagai pengembang Borderlands membeberkan alasan mengapa mereka mengembalikan visual yang penuh darah seperti edisi pertama pada Borderlands 3.

Senior Project Manager Gearbox Softwear, Chris Brock, mengakui bahwa perubahan ini dilakukan pihaknya setelah mendengar sangat banyak keluhan dari para pemain soal sedikitnya darah yang muncul setelah menjatuhkan lawan.

“Keluhan ini muncul bukan karena para pemain adalah monster atau semacamnya. Saya percaya bahwa hal ini dikarenakan oleh mereka menginginkan umpan balik berupa visual yang lebih ketika telah membunuh musuh,” tutur Brock.

Selain banyaknya efek darah, perubahan kedua yang dilakukan Gearbox Softwear adalah kedepannya mereka ingin membuat para pemain tidak hanya suka dengan satu senjata melalui fitur leveling bersama semua senjata yang ada di dalam permainan. Namun, belum diketahui kapan hal ini akan diterapkan ke dalam permainan.

Ketiga, Brock juga mengatakan bahwa kini para pemain tidak perlu mencapai level Sanctuary III untuk bisa melakukan perjalanan cepat dari satu planet ke lainnya.

Perubahan keempat adalah Gearbox Softwear mengembalikan fitur “Gun Bank” agar pemain bisa share senjata dari satu karakter ke karakter lainnya seperti di Borderlands 1 yang sempat hilang di versi ke-2.

Terakhir, Gearbox Softwear juga mengaku bahwa pihaknya tidak pernah berpikir untuk merilis Borderlands versi VR di kemudian hari.