Produsen elektronik Jepang, Sony, kini tengah mempertimbangkan untuk mengakuisisi lebih banyak lagi studio pengembangan sebagai persiapan untuk peluncuran produk PlayStation 5.

Berbicara kepada Nikkei, Presiden dan CEO Sony Interactive Entertainment, Jim Ryan, mengatakan bahwa “pada saat ini, konten lebih penting ketimbang di masa lalu”.

Demi mengamankan lebih banyak konten, Sony mempertimbangkan untuk melakukan merger dan mengakuisisi pengembang game lainnya.

Ide tersebut terpikirkan oleh Sony setelah mengamati para perusahaan baru yang memasuki industri game, seperti Google dengan platform streaming Stadia. Hal ini memacu Sony untuk terus berkreasi untuk memenangi persaingan.

“Para perusahaan yang baru mengenal industri game dan memandang pasar dengan banyak harapan adalah mereka yang pasti akan kami sambut. Sony Interactive Entertainment memiliki pengalaman selama 25 tahun di industri game dan punya aset besar,” kata Jim Ryan.

Belum ada kabar studio-studio pengembangan game mana saja yang saat ini tengah dilirih Sony untuk membantu pengembangan PS5.

Jika hal ini menjadi lebih dari sekadar pertimbangan, Sony akan memantau lebih banyak pengembang dengan first party portfolio yang berarti akan lebih banyak studio yang bakal mengerjakan game-game eksklusif PlayStation.

Kata eksklusif telah lama menjadi kunci bagi Sony untuk memastikan kelanjutan kisah sukses konsol mereka. Jika sebelumnya Sony telah berhasil dengan game seperti God of War dan Uncharted 4 untuk PS4, kini mereka ingin mengamankan lebih banyak lagi konten eksklusif untuk konsol terbaru mereka.

Kami tidak tahu banyak tentang rencana next-gen Sony, tetapi kami tahu beberapa spesifikasi PS5, jadi periksalah semuanya untuk mengetahui apa yang akan dilakukan beberapa tahun ke depan untuk konsol game.