Ancaman besar akan datang untuk PUBG Mobile. 

Beberapa waktu silam, Call of Duty telah merilis game dalam versi mobile. Manuver yang sangat bisa dimengerti mengingat perkembangan pesat industri game ponsel.

Salah satu mode yang paling dinanti dari Call of Duty Mobile adalah battle royale. Mode tersebut sudah rilis per 20 Mei silam di sejumlah negara.

Sayangnya, Indonesia belum termasuk negara yang punya privilese menjajal versi closed beta Call of Duty Mobile. 

Dalam mode battle royale Call of Duty Mobile, pemain akan terjun ke peta bertitel Isolated. Game ini disebut memiliki elemen dari sejumlah game battle royale terbaik semodel PUBG, Apex Legends, dan mode Blackout dari Call of Duty: Black Ops 4. 

Ada enam kelas yang mesti dipilih sebelum pemain memainkan Call of Duty Mobile, yakni Ninja, Scout, Clown, Medic, Defender, dan Mechanic. Masing-masing kelas punya kemampuan khusus, bisa berupa pengait, perisai lepas, atau kotak medis untuk menyembuhkan rekan.

Guna membentuk tim yang kuat, penting untuk menentukan jumlah yang pas dari masing-masing kelas. Tampilan gameplay dan animasi terbilang mirip dengan mode Blackout Call of Duty: Black Ops 4.

Bedanya, mode battle royale Call of Duty Mobile punya sudut pandang third-person perspective (TPP) dan first-person perspective (FPP). Kemunculan third-person perspective diharapkan bisa mengalihkan gamer dari PUBG Mobile.

Selama ini, pemain PUBG Mobile memang sangat suka dengan sudut pandang TPP. Fitur yang kemudian dimanfaatkan oleh Call of Duty Mobile untuk meramaikan kompetisi. 

Fitur lain yang mengancam PUBG Mobile adalah terkait ping. Pemain bisa menunjuk arah mana saja dan memberikan tanda “attack”, “enemy”, “guard”, atau “leave”.  

Di lain sisi, dalam PUBG Mobile pemain hanya bisa memberikan tanda “enemies ahead” ke arah tertentu. Hmm, tampaknya Call of Duty Mobile bakal menyajikan ancaman serius bagi PUBG Mobile.