Akun game merupakan salah satu “barang berharga” bagi para gamers di era digital ini. Meski bisa membuat yang baru, akun game seakan sangat berharga karena berhubungan dengan eksistensi dan apa saja yang telah dicapai oleh seorang pemain bersama game kesayangannya itu. Jadi, kehilangan akun game adalah sesuatu yang menyesakkan bagi para gamers saat ini.

Hal ini juga yang dialami oleh seorang anak kecil asal Filipina. Dalam video unggahan Mak Samonte yang merupakan ayahnya di akun Facebook pada 30 April 2019, sang bocah menangis setelah melihat bahwa akun game Mobile Legends:Bang Bang miliknya terkena banned.

Credit: Facebook.com/MakSamonte

Berdasarkan foto yang juga diunggah Mak Samonte, terlihat dalam System Notice yang dikirimkan pihak developer bahwa akun si bocah di-banned selama 10.949 hari atau selama 29,9 tahun. Mungkin total banned yang dijatuhkan kepada akun tersebut adalah selama 30 tahun.

Credit: Facebook.com/MakSamonte

Sesungguhnya, akun game yang terkena banned merupakan indikasi bahwa si pemain telah kedapatan melakukan kecurangan, seperti menggunakan aplikasi ilegal dari pihak ketiga yang dilarang oleh pengembang game tersebut.

Dalam kasus ini, Moonton sebagai pengembang Mobile Legends memang tengah berusaha untuk menyingkirkan para pemain yang menggunakan cheat, terutama Map Hack. Cheat ini sangat merugikan pemain lain karena kapan pun posisi mereka bisa diketahui oleh pengguna aplikasi haram itu.

Banyaknya pengguna cheat yang belum diberantas Moonton membuat banyak gamers Mobile Legends yang enggan untuk bermain dan membuat iklim permainan dan persaingan menjadi tidak sehat.