Minimalis dan sederhana, tapi mampu membawa dampak besar bagi dunia. Itulah gim Microsoft Solitaire.

Microsoft Solitaire bersama gim-gim kenamaan lain seperti Doom, Tetris, World of Warcraft, dan Halo: Combat Evolved baru-baru ini berjajar dalam daftar World Video Game Hall of Fame.

Kriteria untuk masuk deretan elite tersebut adalah sebuah gim mesti dikenal luas, tak lekang oleh waktu, dan memberikan pengaruh besar bagi gim lain serta masyarakat luas.

Fakta yang menarik adalah gim sederhana seperti Microsoft Solitaire memenuhi semua kriteria tadi. Gim yang sejak 1990 selalu melekat dengan sistem operasi Windows itu memang memukau dengan segala kesederhanaannya.

Awalnya, Solitaire disiapkan sebagai salah satu cara untuk mengenalkan konsep baru dalam penggunaan komputer waktu itu, seperti pemakaian tetikus dan fitur seret-lepas (drag and drop).

Setelah era Windows 8.1,  Solitaire memang sempat tak melekat dengan sistem operasi. Namun, permainan kartu legendaris tersebut kembali di Windows 10.

Microsoft menyebut bahwa Solitaire memiliki penggemar setia yang tak tergerus perubahan zaman. Menurut Strong Museum, Solitaire telah ditambahkan ke dalam lebih dari satu miliar perangkat.

Jangkauan gim sederhana ini bahkan mencakup ujung dunia!

“Kami dengan rendah hati merasa terhormat memiliki kesempatan mengerjakan permainan yang memiliki daya tarik yang luas, diterjemahkan ke dalam 65 bahasa, dan dimainkan di lebih dari 200 tempat di seluruh dunia, termasuk Antartika,” kata Manajer Studio Microsoft Casual Games, Paul Jensen.