Game MOBA Mobile Legends mengalami pertumbuhan pesat di Amerika Serikat. Hal ini membuat Moonton sebagai developer game tersebut sukses meraup keuntungan besar.

Berdasarkan laporan dari Sensor Tower, angka pertumbuhan Mobile Legends di Amerika Serikat berkembang menjadi 33 persen. Selain itu, para pemain di Negeri Paman Sam tersebut terbilang cukup royal dengan membelanjakan uang sebesar USD 5,8 juta atau sekitar Rp 83 miliar.

Pertumbuhan Mobile Legends di Amerika Serikat ini terbilang sangat luar biasa, karena game MOBA mobile di Amerika Serikat sangat sulit bersaing dengan genre lainnya, seperti battle royale.

Hal ini juga terjadi kepada game MOBA mobile lainnya, seperti Arena of Valor dan Vainglory. Kondisi ini juga sempat membuat Tencent sebagai salah satu pengembang Arena of Valor, ingin menghentikan promosi game mereka di Amerika Serikat, meski telah dibantah.

Jika Mobile Legends mengalami perkembangan pesat dan menjadi game MOBA mobile terlaris di Amerika Serikat, Arena of Valor berada di posisi kedua dengan pendapatan sebesar USD 1,3 juta (sekitar Rp 18 miliar).

Sedangkan Vainglory berada di posisi ketiga dengan keuntungan sebesar USD 420.000 atau sekitar Rp 6 miliar. Jumlah ini adalah penurunan signifikan setelah pada kuarter pertama 2018 mereka meraup keuntungan Rp USD 1,1 juta atau sekitar Rp 15 miliar.

Meski mendapat keuntungan besar dari Amerika Serikat, nyatanya jumlah ini hanya 12 persen dari pendapatan Mobile Legends secara global. Saat ini Indonesia dan Malaysia masih menjadi sumber pendapatan utama Moonton dengan persentase masing-masing 35 persen.