Hanya untuk mendapatkan fitur-fitur yang ada di game Mobile Legends: Bang Bang, seorang wanita asal Pontianak berusia 26 tahun dengan inisial YS ditangkap pihak Polda Metro Jaya karena melakukan pembobolan bank dengan nilai mencapai Rp 1,85 miliar.

Berdasarkan laporan dari Kumparan, Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, Ade Ary, mengungkapkan pada Sabtu (18/5/2019) bahwa YS melakukan pembobolan bank ini untuk membeli fitur-fitur yang ada di game Mobile Legends secara berkali-kali.

Credit: Andesta Herli Wijaya/Kumparan

YS membeli fitur-fitur tersebut dengan melakukan transaksi via virtual account miliknya tanpa mengurangi saldo yang ada di dalam akunnya.

“Dia (tersangka) membeli dengan menggunakan virtual account sebagaimana yang diarahkan game (Mobile Legends) tersebut. Setelah membeli fasilitas di game itu, ternyata uang tersangka ini tidak berkurang sehingga menimbulkan kerugian bagi bank yang bekerjasama dengan pemilik game. Bank harus membayar Rp 1,85 miliar kepada pemilik game,” ungkap Ade Ary dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya.

Ade Ary menjelaskan bahwa dalam melakukan transaksi tersebut, YS melakukan suatu trik dengan memanipulasi angka pada kode virtual account miliknya. Dengan begitu, fitur game bisa didapatkan, sementara uang di saldo YS tak berkurang karena pihak bank yang diarahkan menjadi penanggung biaya transaksi.

“Tersangka menambahkan beberapa angka di akun di virtual account yang diarahkan oleh game itu sehingga akhirnya ia mendapatkan fasilitas yang diingin dari game itu, tetapi uangnya tidak berkurang,” tutur Ade.

Jumlah pembelian fitur mencapai Rp 1,85 miliar ini tidak dilakukan YS melalui satu kali transaksi, tetapi secara berulang-ulang karena sadar uangnya tidak berkurang sedikit pun.

“Tersangka mengulangi perbuatannya ini berkali-kali karena fasilitas tersebut harganya tidak mecapai Rp 1,85 miliar, tetapi hanya beberapa ratus ribu rupiah. Tersangka tahu dan secara sadar membeli fasilitas di game itu tanpa mengurangi debetnya sehingga dia terus menerus mengulangi lagi perbuatannya,” ucap Ade.

Akibat perbuatannya ini, YS dijerat dengan Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Hukuman YS juga bisa semakin berat karena juga melanggar Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang transfer dana, di mana YS telah melawan hak, menerima, atau mendapatkan transfer dengan cara yang tidak benar.