Tim Dota 2 akhirnya mengungkapkan kapan tiket Dota 2 Pro Circuit (DPC) The International 2019 (TI9) bisa dipesan oleh fan. Mereka juga mengungkapkan sistem penjualan yang mengutamakan mereka yang telah membeli TI9 Battle Pas.

Tiket DPC TI9 sudah dapat dipesan pada Jumat (24/5/2019). Sementara event terbesar Dota 2 itu akan digelar pada 20 hingga 25 Agustus 2019 di Mercedez-Benz Arena, Shanghai, Cina.

Soal skema penjualan, tim Dota 2 mengungkapkan bahwa tiket tersedia dalam dua jenis, yaitu weekend dan weekday, dan masing-masing untuk dua hari.

“Tiket akan dijual dalam bentuk dua bundel, masing-masing untuk dua hari. Bundel weekday seharga 499 Yuan Cina (sekitar Rp 1 juta) dan weekend seharga 2.099 Yuan Cina (sekitar Rp 4,4 juta),” kata tim Dota di situs resmi mereka.

Bagi fan Dota 2 yang berada di Cina, mereka sudah bisa memesan tiket melalui situs Damai pada pukul 00:00 waktu setempat (GMT+8) atau 23:00 Kamis malam WIB.

Pada satu jam pertama, pembelian melalui situs ini hanya melayani kode akses yang dimiliki oleh mereka yang telah membeli TI9 Battle Pass sebelum pengumuman tiket. Sementara untuk umum di Cina baru akan dibuka 1 jam 15 menit berikutnya. Semua pembelian melalui Damai akan memerlukan KTP warga negara Cina untuk verifikasi.

Sementara untuk penjualan secara global, tiket baru akan tersedia pada pukul 21:00 waktu Cina atau 20:00 WIB. Sama seperti penjualan di Cina, satu jam pertama diperuntukkan bagi mereka yang memegang kode akses dari TI9 Battle Pass dan baru satu jam setelahnya terbuka untuk umum.

Gelaran DPC The Internatonal di Cina ini adalah kali pertama dihelat. Sedangkan 8 gelaran sebelumnya digelar di Jerman (TI1), Amerika Serikat (TI2, TI3, TI4, TI5, TI6, dan TI7), dan Kanada (TI8).

Credit: Valve and Dota 2

Dengan kehadiran tim-tim seperti Virtus.Pro dan juara Paris Major, Team Secret, TI9 dipercaya akan menjadi salah satu turnamen Dota 2 paling kompetitif.

Bagi tim-tim yang belum lolos, DPC Epicenter Major di Moskow pada 22-30 Juni 2019 akan menjadi kesempatan terakhir mereka untuk lolos tanpa harus melalui babak kualifikasi terbuka yang brutal.