Seorang influencer Dota 2, Wykrhm Reddy, yang juga memiliki kedekatan dengan Valve Entertainment mengonfirmasi bahwa saat ini Dota Auto Chess versi standalone tengah digarap oleh sang developer.

Beberapa waktu yang lalu Valve sempat mengumumkan bahwa mereka bekerja sama dengan developer Drodo Studio yang saat itu dipercaya bakal mengerjakan project Dota Auto Chess.

Kini tebakan tersebut terbukti setelah Wykrhm Reddy memposting bahwa pihak Valve memang tengah menggarap Dota Auto Chess versi standalone. Versi ini membuat pemain tak perlu lagi harus membuka client Dota 2 terlebih dahulu untuk memainkan custome map tersebut.

Namun, game ini bukan hasil karya dari kerja sama Valve dan Drodo Studio. Kedua belah pihak memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan alasan yang tidak ingin mereka ungkapkan.

“Kami memiliki percakapan yang hebat, tetapi kami berdua sampai pada kesimpulan bahwa Valve dan Drodo tidak dapat bekerja secara langsung satu sama lain karena berbagai alasan,” kata pihak Valve dalam sebuah posting blog.

“Kami akhirnya sepakat untuk membangun versi kami masing-masing dari game ini yang berdiri sendiri (standalone) dan saling mendukung satu sama lain.”

Kerja sama antara Valve dan Drodo Studio ini dimulai pada Februari 2019. Sejak saat itu Drodo telah membuat versi mobile non-Dota dari game tersebut, sementara Valve membantu pemain mod DAC untuk memigrasikan akun mereka ke game yang baru.

Selain itu, sangat mungkin juga bahwa game baru ini adalah apa yang dimaksud Valve sebagai Dota Underlords, merek dagang yang sempat dimunculkan Valve pada 6 Mei 2019.

Sejak rilis mod enam bulan lalu, Dota Auto Chess telah mengumpulkan delapan juta pelanggan.