Fitur percakapan suara sejauh ini belum diaplikasikan secara penuh dalam gim League of Legends.

Fakta yang cukup mengejutkan mengingat sejumlah gim top sudah lebih dulu menerapkan fitur populer tersebut. League of Legends memang sudah memuat fitur percakapan suara.

Akan tetapi, obrolan dengan pemain lain hanya bisa dilakukan dalam pre-made party. Hanya sejauh itu.

Percakapan suara sangat dibutuhkan ketika pemain berkolaborasi dengan rekan lain. Walau begitu, fitur tersebut menjadi kurang berguna saat gamer bermain sendirian.  

Riot dinilai perlu mengejar ketinggalan dengan mengaplikasikan fitur percakapan secara penuh. Cara berkomunikasi dalam gim sekarang dianggap masih jauh dari kata ideal.

Mengirim notifikasi ping malah terasa seperti gangguan, sementara berkomunikasi lewat teks kurang praktis dan sulit dimengerti.

Apalagi, bertukar pesan via teks bisa mengalihkan fokus pandangan terhadap permainan. Hal ini tentu bisa menguntungkan lawan. 

Kehadiran fitur percakapan suara memang belum tentu menggaransi peningkatan kelihaian seorang pemain. Namun, satu hal yang pasti, kenikmatan bermain bakal naik level.

Seringkali pemain kalah karena rekan mereka tak berada dalam posisi yang tepat dalam pertempuran. Hal semacam itu bisa dicegah dengan keberadaan fitur percakapan suara.    

Alasan Riot, pengembang League of Legends, belum mengaplikasikan percakapan suara secara penuh adalah mereka menghindari iklim negatif yang berpotensi muncul saat pemain bertukar obrolan dengan melibatkan kata-kata kasar.

Riot ingin menjaga, terutama pemain berusia remaja, agar terhindar dari tindak pelecehan verbal di dunia maya.