Riot Games bisa berada dalam masalah lagi setelah Departemen Keadilan Pekerja dan Perumahan California (DFEH) mengumumkan bahwa mereka akan melakukan investigasi terhadap perusahaan developer video games tersebut. Langkah ini sejalan dengan penyelidikan sebelumnya kepada developer game League of Legends itu atas kasus diskriminasi gender.

Gugatan ini dilakukan karena adanya dugaan bahwa Riot Games “tidak memberikan upah secara setara, pelecehan seksual, kekerasan seksual, pembalasan dendam, dan diskriminasi gender dalam melakukan seleksi dan promosi kerja,” kata direktur DFEH, Kevin Kish.

Sebelumnya, Riot Games juga sempat menghadapi aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh lebih dari 150 karyawan sebagai protes atas keputusan perusahaan untuk memaksa dua orang wanita ke arbitrase sebagai alih-alih menuju pengadilan formal.

Sebagai tanggapan, Riot Games telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka “telah bekerja sama dengan itikad baik dengan DFEH demi mengatasi masalah ini” dan “telah menghasilkan lebih dari 2.500 halaman dokumen dan beberapa ribu baris data pembayaran sejauh ini.”

Riot juga mengatakan bahwa pihaknya baru-baru ini telah membuat “beberapa permohonan agar DFEH dapat berpartisipasi di dalam panggilan”, di mana sejauh ini “permintaan tersebut belum mendapat tanggapan”.

Riot Games juga menambahkan bahwa pihaknya “sangat kecewa melihat konferensi pers DFEH yang menuduh bahwa mereka tidak kooperatif.”