Banyak player sudah merasakan pengalaman bermain di mode baru League of Legends, Teamfight Tactics. Meski begitu tak semuanya puas dengan permainan ini. Banyak yang protes pada developer, Riot Games, terkait mode auto-battler itu.

Menurut kabar dari Dot Esports, banyak player yang menganggap dirinya tidak beruntung saat kalah di TFT. Sebagian besar dari mereka menyalahkan Random Number Generator (RNG) sebagai penyebab kegagalan tampil maksimal.

Namun, hal tersebut langsung dibantah oleh player rank 1 sementara di TFT, Rumay “Hafu” Wang. Menurutnya player yang berkualitas tetap bisa konsisten meraih hasil positif.

“Memang ada elemen dari RNG, tapi juga ada alasan mengapa orang-orang bisa bermain baik secara konsisten,” ujar Hafu.

“Kadang-kadang Anda akan mendapat roll yang tidak menguntungkan. Tapi musuh juga pasti merasakan hal yang sama. Anda hanya meracuni mental jika terus berpikir bahwa elemen-elemen itu tak bisa dikontrol,” tambah dia.

Hafu juga mengatakan dia sudah memilih beberapa opsi gaya bermain di dalam game yang berujung kekalahan. Tapi dengan pengambilan keputusan yang berbeda dengan merubah beberapa aspek bermain, ia bisa meraih kemenangan. Gadis satu ini ogah menyalahkan faktor keberuntungan.

Ia bahkan membandingkan TFT dengan Poker. Sebuah analogi sempurna bagi beberapa pemain. Poker adalah permainan yang mengandalkan keberuntungan dan RNG, tapi skill tetap bisa menjadi pembeda antara player kelas dunia dan biasa.