Game battle royale PlayerUnknown’s Battlegrounds terus menimbulkan kontroversi. Aksi pemblokiran PUBG masih terus berlanjut. Terbaru adalah Yordania yang melarang permainan ini.

Hal ini diumumkan langsung oleh Komisi Regulasi Telekomunikasi negara mereka (TRC). Mulai hari ini, Kamis (11/7/2019) waktu Yordania, PUBG sudah tak bisa dimainkan.

Akhir pekan lalu pihak TRC membuat pernyataan resmi yang menjelaskan mengapa tindakan itu diambil. Banyaknya keluhan dari masyarakat dan pihak berwenang soal ini.

Namun alasan utama yang mereka jelaskan dikutip gamesindustry.biz adalah karena studi WHO yang mengklasifikasikan PUBG sebagai permainan mengandung kekerasan yang bisa membuat para pemainnya kecanduan dan terisolasi. Mereka menambahkan bahwa anak-anak yang bermain PUBG lebih condong bisa melakukan kekerasan di kehidupan nyata ketimbang rekan-rekannya yang tidak.

PUBG

WHO memang sempat membuat pernyataan pada 2014 yang mengungkap keprihatinan terhadap game kekerasan yang dinilai bisa berdampak buruk pada anak. Kemudian baru-baru ini mereka juga menganggap kecanduan game bisa berujung pada masalah sosial, tapi mereka sama sekali tak berbicara soal kekerasan.

Meski begitu TRC sepertinya sangat aktif dalam memblokir game-game yang dinilai merusak di Yordania. Setelah PUBG, Fortnite juga dikabarkan bakal diblokir dan beberapa game lainnya.

Sebelumnya beberapa negara memang sudah memblokir PUBG. Sebut saja Irak, Tiongkok, India, Nepal, dan salah satu kota di Indonesia, yakni Aceh.