Belum hilang dari ingatan beberapa kasus di India yang melibatkan game PUBG Mobile terjadi dalam tiga bulan terakhir, kini kisah tragis hampir serupa kembali terjadi. Kasus terbaru yang datang dari Negeri Hindustan itu adalah seorang adik yang tega membunuh kakak kandungnya.

Seperti dikutip dari Press Trust of India, seorang anak berusia 15 tahun di Kota Thane, sekitaran Mumbai, India, menikam kakak laki-lakinya, Mohammad Shaikh (19 tahun), beberapa kali dengan menggunakan gunting.

Kepolisian menuturkan bahwa hal tersebut terjadi setelah Mohammad Shaikh memarahi dan meminta sang adik untuk berhenti saat sedang asyik bermain PUBG Mobile.

Press Trust of India juga melaporkan bahwa Inspektur Senior Kepolisian Mamata D’Souza mengatakan bahwa sang adik sempat marah dan membenturkan kepala Mohammad Shaikh ke dinding sebelum menikamnya dengan gunting berulang kali.

Mohammad Shaikh sempat dilarikan ke rumah sakit pemerintah terdekat setelah insiden tersebut diketahui, tetapi Mohammad Shaikh dinyatakan telah meregang nyawa karena kehilangan banyak darah.

Kejadian ini bukan kali pertama yang menyeret game PUBG Mobile sebagai penyebab terjadinya tindak kekerasan di kalangan remaja India.

Sebelumnya ada beberapa kasus yang mencoreng nama PUBG Mobile di India atas kasus bunuh diri, pembunuhan, hingga sakit yang menyebabkan kematian. Baru-baru ini, WHO juga menyebut bahwa kecanduan game bisa disamakan dengan gangguan mental.

Namun, tidak adil jika PUBG Mobile selalu dijadikan kambing hitam atas terjadinya insiden-insiden berdarah tersebut.

Pentingnya perhatian dari keluarga, terutama orang tua, untuk menjaga anak-anak agar tidak memiliki prilaku yang menyimpang adalah hal yang harus dijadikan perhatian utama.