Dari waktu ke waktu, satu demi satu sosok yang selama ini dikenal lekat dengan game Counter-Strike: Global Offensive (CS: GO), baik sebagai pemain, mantan pemain, hingga streamer, berbondong-bondong memilih hengkang ke game FPS baru garapan Riot Games, Valorant.

Amerika Utara menjadi region paling banyak pemain CS: GO mereka yang memutuskan hengkan gke Valorant. Kini sosok terbaru adalah Spencer “Hiko” Martin.

Pemain berusia 30 tahun tersebut kini telah menandantangani kontrak bersama 100 Thieves untuk menjadi pemimpin di divisi Valorant mereka. Hal ini sempat ia singgung saat sedang melakukan livestreaming beberapa waktu lalu.

“Saya pikir sudah bisa menganggap diri saya secara resmi pensiun dari CS: GO, segala tenaga dan waktu saya saat ini akan ditujukan untuk Valorant,” ucap Hiko.



Selama menjadi pemain professional, Hiko telah menghabiskan waktu sekitar 8 tahun untuk berkarier di panggung CS: GO dan sempat membela beberapa tim besar, termasuk Cloud9 dan Rogue.

Dengan keputusan 100 Thieves untuk memasuki panggung profesional Valorant, Hiko diharapkan dapat mengubah keadaan dengan membantu organisasi dalam membangun roster yang cukup berbakat untuk bersaing dengan tim-tim lain.

Sejauh ini, tim Valorant yang dianggap terkuat adalah T1 dan Team SoloMid yang masing-masing dipimpin oleh pemain seperti Brax dan Subroza serta para pemain yang sudah siap untuk mendominasi scene tersebut saat esports Valorant benar-benar hadir.

BACA JUGA: Sejak Valorant resmi dirilis secara global, jumlah pemain CS: GO terus menurun