Pengembang video game asal Amerika Serikat, Activision Blizzard, telah mengumumkan pada Kamis (2/5/2019) bahwa mereka telah menjual 5 tim franchise yang bakal bertanding di liga eSports Call of Duty.

Kelima tim itu juga pernah berlaga di liga eSports Call of Duty pertama yang pernah digelar Activision Blizzard, Overwatch League.

Tim-tim yang dijual oleh Activision itu nanti akan berbasis di Atlanta, Dallas, New York, Paris, dan Toronto. CEO Activision Blizzard, Bobby Kotick, juga mengatakan bahwa perusahaan akan mengumumkan kesepakatan dengan para pemilik tersebut pada akhir 2019.

“Peluncuran liga eSports Call of Duty berikutnya akan menjadi penegasan kembali tentang peran kepemimpinan kami dalam pengembangan eSports profesional,” kata Kotick seperti dikutip dari CNBC.

Perusahaan yang berbasis di Santa Monica, Calofornia, itu juga tidak mengungkapkan berapa angka kesepakatan yang akan mereka terima dari penjualan tim-tim tersebut, tetapi berdasarkan laporan ESPN pada Maret 2019 mengatakan bahwa Activision mematok harga 25 juta dolar AS (sekitar Rp 357 miliar) per tim.

Selain itu, Activision juga belum mengumumkan kapan liga eSports Call of Duty kedua akan mereka gelar.

Pada gelaran liga eSports pertama yang pernah digelar Activision Blizzard menampilkan permainan Overwatch bernilai miliaran dolar AS dan merupakan liga global pertama dengan sistem berbasis kota yang dilengkapi struktur bisnis yang mencerminkan bak sebuah liga olahraga yang sudah lama berlangsung.