Hukuman yang diberikan Epic dianggap terlalu ringan.

Pemain mode kompetitif Fortnite: Battle Royale, XXiF, dinyatakan bersalah lantaran berlaku curang guna mendapatkan poin ekstra serta satu tempat di final beserta hadiah uang dalam ajang kualifikasi World Cup Solo pekan silam.

Atas perbuatan tak terpuji tersebut, XXiF dihukum dengan sanksi larangan bermain di laga kompetitif selama 14 hari. Tempat mereka di partai final juga dicabut, tentu saja beserta hadiah uang.

Hukuman sudah dijatuhkan Epic, yang dalam hal ini berkapasitas sebagai pengembang gim sekaligus regulator turnamen. Akan tetapi, banyak pemain profesional mempertanyakan keputusan Epic.

Sanksi kepada XXiF dianggap masih terlalu ringan. Sebagian besar pemain profesional mengkritisi Epic lantaran memberikan kemungkinan bagi XXiF di masa depan untuk ambil bagian lagi dalam kualifikasi World Cup, seturut dengan durasi skorsing yang hanya berusia 14 hari.

“Jadi Anda bisa melakukan kecurangan bernilai jutaan dan hanya mendapatkan sanksi 14 hari,” ujar Dakotaz, gamer pro asal Amerika Serikat.

Bahkan Jimmy “HighDistortion” Moreno menyamakan aksi XXiF seperti gerombolan perampok bank.

Lantaran hanya perlu melakoni skorsing selama 14 hari, XXiF bisa kembali terlibat dalam empat ajang kualifikasi di masa depan. Fakta tersebut yang menimbulkan keresahan di komunitas pemain profesional.