Event Tekken Masters terbaru berlangsung di Battle Arena Melbourne 11 (BAM 11) pada 17 hingga 19 Mei 2019 dan menghadirkan beberapa gamers terbaik dari game pertarungan rilisan Bandai Namco Entertainment itu. Namun, event ini menjadi milik seorang underdog.

Pertandingan final Tekken Master kali ini menghadirkan pertarungan antara David vs Goliath yang menampilkan juara Evo 2017 dan 8 kali Tekken 7 Premier Event, Kim “JDCR” Hyun-jin, menghadapi Soo-hoon “Ulsan” Lim yang merupakan underdog.

Sebelum event ini dimulai, Ulsan berada di peringkat ke-85 dunia dan bahkan tidak pernah masuk 8 besar dalam sepanjang sejarah perhelatan Tekken Masters. Selain itu, Ulsan juga datang dari losers bracket yang membuat dirinya membutuhkan kemenangan dengan selisih 2 set dari lawan, sementara JDCR hanya membutuhkan satu.

Perjalanan Ulsan menuju partai final pun bak kisah Cinderella. Setelah kalah dari Chang-Seop “Rest” Park di babak 16 besar, ia tampil luar biasa dengan mempecundangi juara Tekken World Tour Finals 2018, Jeong “Rangchu” Hyeon-ho di perempat final, juara Evo 2015, Daichi “Nobi” Nakayama di semifinal, dan akhirnya sukses membalas dendam atas Rest di losers finals.

Menghadapi JDCR di final, Ulsan tampak tak berdaya dan langsung tertinggal 0-2. Namun pada ronde ketiga, JDCR terlalu sering melakukan overextending untuk menghabisi Kazumi milik Ulsan, yang sebenarnya membuat ia rentan terhadap serangan balik.

Ulsan pun sukses mengejutkan JDCR di babak berikutnya dan sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2. JDCR pun tidak belajar dari kesalahan pada set berikutnya dan membuat Ulsan sukses meraih kemenangan 3-2 untuk mengunci ronde pertama.

Pada dua pertandingan berikutnya, JDCR tampak tidak mampu menemukan jawaban dari permainan Ulsan, hingga ia harus kalah telak di ronde berikutnya dengan skor 0-3.

Di ronde terakhir game pertama, JDCR semakin terguncang sementara Ulsan kembali tampil luar biasa. JDCR masih belum punya jawaban dari permainan Ulsan, yang terus mengeluarkan trik-triknya, menerapkan strategi tidak lazim seperti sikap berjongkok berkepanjangan memancing JDCR, kemudian melakukan serangan balik yang menghasilkan damage besar. Ulsan pun kembali menang 3-0.

Di game kedua, JDCR mencoba memulihkan ketenangannya dan mulai bermain lebih hati-hati. Dalam situasi skor imbang 2-2, Ulsan berhasil meraih kemenangan pada ronde ke-5 berkat keunggulan tipis dari jumlah HP saat waktu habis.

Pada game ke-3, JDCR sangat tampak mengalami demoralisasi setelah habisnya waktu dalam game kedua yang membuatnya lebih banyak melakukan kesalahan. Ulsan pun mampu mengambil keuntungan dan dengan mudah meraih kemenangan 3-1 pada game ke-3 dan menjuarai turnamen.

Seiring dengan trofi turnamen pertama Tekken 7 Premier, Ulsan berhak atas hadiah unang 4.610 dollas Australia atau sekitar Rp 46 juta, 300 poin Tekken, dan melambungkan dirinya ke posisi empat dalam peringkat global.

Sementara JDCR memenangi uang 2.273 dollar Australia atau sekitar Rp 15,5 juta, 220 poin Tekken, dan menempatkannya di posisi ke-3 peringkat global.

Anda dapat menonton keseluruhan pertandingan di grand final Tekken Master BAM 11 di sini:

Acara Tekken Masters berikutnya adalah Combo Breaker yang akan diadakan di Illinois, Amerika Serikat, pada 24 hingga 26 Mei 2019.