Game fighting Mortal Kombat sudah lama terkenal dengan adegan-adegan sadis yang juga menampilkan banyaknya tumpahan darah di dalam game play-nya. Terlebih melalui versi terbarunya, Mortal Kombat 11, penampakan kekerasan dan darah itu akan semakin terlihat nyata.

Penampakan-penampakan ini tentu saja dapat memberikan dampak buruk kepada pemain jika terlalu lama memainkan game ini, apalagi jika memiliki mental dan cara pandang tertentu.

Terbukti, seorang developer dari NetherRealm Studios yang tidak diungkapkan identitasnya mengaku kepada Kotaku bahwa dirinya mengalami gangguan kejiwaan selama terlibat dalam pengembangan Mortal Kombat 11.

Credit: Whatculture.com

Dirinya mengaku mengidap Post-traumatic stress disorder atau PTSD akibat terlalu banyak melihat animasi darah dan potongan tubuh selama pengembangan game.

Akibatnya, sang developer tersebut mengaku sering terbayang adegan-adegan sadis di dalam pikirannya hingga membuatnya enggan untuk tidur karena sering terbawa mimpi.

“Saya sering bermimpi buruk tentang adegan kekerasan tersebut. Bahkan saya sampa tidak ingin tertidur dan berusaha untuk selalu terbangun sepanjang waktu dan menghindari tidur,” ucapnya seperti dikutip dari Kotaku.

“Anda akan mulai merasa seperti orang idiot karena memikirkan apa dampak bekerja untuk game itu terhadap diri sendiri. Anda akan mulai menyalahkan diri sendiri karena menjadi sampah, lemah, atau tidak bertulang,” tuturnya.

PTSD merupakan gangguan mental, di mana sang penderita mengalami kepanikan yang dipicu oleh trauma masa lalu.

Atas kejadian ini, bisa dibilang tidak rilisnya Mortal Kombat 11 di Indonesia adalah sebuah keuntungan. Namun, hasil penjualan game tersebut masih tetap tinggi di seluruh dunia.

Mortal Kombat 11 dirilis pada tanggal 23 April 2019 untuk platform PC, PlayStation 4, Xbox One, dan Nintendo Switch.