Protes para pekerja mengiringi ingar-bingar kemunculan Mortal Kombat 11 ke pasaran.

Mortal Kombat telah dirilis sejak April silam. Gim pertarungan legendaris ini banyak mendapatkan ulasan positif. 

Jurus-jurus untuk menuntaskan musuh dinilai lebih beragam dan atraktif dari seri sebelumnya. Akan tetapi, di balik semua sanjungan itu, Warner Bros. Interactive studio NetherRealm, selalu kreator gim, dirongrong oleh protes pekerja.

Pekerja melakukan protes karena merasa tidak diupah secara layak dan dipaksa bekerja melebihi batas waktu yang telah ditentukan untuk menuntaskan gim.

Menurut sejumlah sumber, terdapat diskriminasi gender serta iklim kerja tidak sehat, termasuk partner yang berisik dan menjengkelkan.     

Lingkungan kerja yang tidak nyaman dan kewajiban bekerja selama nyaris 100 jam dalam sepekan akhirnya mendorong sejumlah pekerja untuk buka suara. 

“NetherRealm Studios sangat mengapresiasi dan menaruh respek kepada seluruh karyawan dan berusaha menciptakan iklim kerja yang positif. Kami mendukung keberagaman dan terus mengambil langkah-langkah untuk mengurangi waktu lembur bagi karyawan. Kami secara aktif mempelajari semua tuduhan, karena kami menangani masalah ini dengan sangat serius dan selalu berupaya untuk memperbaiki lingkungan kerja perusahaan,” demikian bunyi respons resmi dari NetherRealm Studios. 

Seorang pekerja menyebut bahwa dirinya harus bekerja 60 sampai 70 jam dalam sepekan, tanpa libur sejak Januari.