Bos dari salah satu publisher game raksasa, Electronic Arts, buka-bukaan soal tanggapannya terkait persepsi konsumen game di luar sana. Ia frustrasi EA kerap dianggap berisi orang-orang jahat.

EA bisa dibilang sebagai salah satu publisher game terbesar, tertua, dan mungkin paling stabil di dunia. Tapi, bukan berarti mereka tak bisa membuat kesalahan.

Ada beberapa game mereka yang menjadi kontroversi dan mendapat kritik oleh pelaku di industri game itu sendiri, entah gamer atau media.

Sebut saja Star Wars: Battlefront II yang rilis 2017. Game tersebut dinilai gagal karena dianggap terlalu banyak box loot dan sangat mengandalkan microtransaction. Sesuatu yang dihapus oleh EA sesaat sebelum publik rilisnya. Tapi diskusi dan kritik sudah terlanjur datang.

Ironisnya, game tersebut terjual sembilan juta keping pada bulan pertamanya. Ada apa?

Tak hanya itu, Battlefield 4 juga penuh dengan kritikan tapi sukses secara komersil. Executive Vice President of Strategic Growth EA, Matt Bilbey, angkat bicara.

“25 tahun di EA dan saya masih berjuang untuk lepas dari persepsi eksternal bahwa kami adalah sekumpulan orang-orang jahat,” ujar Bilbey dikutip Gamespot.

“Kami senang membuat dan bermain game. Namun, ketika kami membuat kesalahan di dalam game, dunia langsung mengetahuinya karena skala yang sangat besar,” tambah dia.

Bilbey mengatakan bahwa orang-orang menganggap EA melawan ide akan ide original. Karena itu mereka embuat EA Originals demi mengubah persepsi itu. Sudah ada yang muncul seperti A Way Out, Fe, dan Sea of Solitude.

Bahkan pada E3 lalu, EA mengumumkan tiga lagi game anyar yang akan diabeli EA Originals, yakni Hazelight, Glowmade, dan Zoink.

“EA Originals menjadi kesempatan kami untuk terkoneksi dengan talenta dan mereka dengan skala ide lebih kecil. Ketika Anda adalah bagian perusahaan besar, terlalu mudah untuk jatuh pada perangkap ‘ketika Anda melihat konsep game, itu harus besar’,” tutur Bilbey.

“Gagasannya adalah muncul dengan ide game yang kecil dan unik. Menengok dari pekerjaan, kami sadar para pelanggan kami adalah gamer FIFA atau Fortnite. Mereka punya satu franchise andalan, tapi mereka mungkin saja lepas dari game tersebut untuk sementara demi sebuah game yang bisa dimainkan hanya lima sampai 10 jam,” lanjutnya.