Salah satu wakil Indonesia yang tampil di Kualifikasi Tertutup The International 2019 (TI9) zona Asia Tenggara, EVOS Esports, dipastikan tersingkir karena gagal melangkah ke babak play-off.

EVOS Esports telah memainkan tujuh pertandingan mereka di Kualifikasi Tertutup TI9 zona Asia Tenggara. Hasilnya? Mereka hanya meraih dua kemenangan dan sisanya berujung kekalahan.

Pada hari kedua Kualifikasi Tertutup TI9 zona Asia Tenggara, Senin (8/7/2019), EVOS Esports memainkan tiga pertandingan. Namun, hanya satu kemenangan yang berhasil mereka raih, yaitu atas Resurgence pada series ke-11.

Di laga terakhir yang bisa membuka peluang EVOS untuk lolos, mereka harus berjumpa pemimpin klasemen, Team Jinesbrus, yang berisi para pemain hebat Dota 2 seperti Gunnar, Febby, Forev, March, dan 23savage.

EVOS sebenarnya mampu mengimbangi permainan Team Jinesbrus. Bahkan sebelum markas mereka diobrak-abrik Gunnar cs di akhir laga, mereka memiliki jumlah kill lebih banyak ketimbang lawan.

Namun, permainan kolektif, level hero, dan kecerdikan dalam bermain menjadi pembeda antara Team Jinesbrus atas EVOS yang sukses menyudahi permainan berdurasi 44 menit dan 35 detik itu dengan perbandingan kill 27:23.

Hasil ini membuat EVOS harus puas duduk di peringkat ke-7 dari delapan tim yang bertanding. Sementara Team Jinesbrus yang baru memainkan enam laga sudah memastikan diri lolos sebagai penghuni empat besar klasemen.

Kondisi ini membuat Indonesia berharap banyak kepada BOOM ID yang akan memainkan laga terakhirnya kontra wakil Filipina, Team Adroit.

BOOM ID kini masih berada di posisi keempat dengan tiga kemenangan dan tiga kekalahan, tetapi poin tersebut sama persis dengan tiga tim lainnya di posisi ketiga (496 Gaming), lima (Mineski), dan enam (Team Adroit).

Hanya ada empat tim teratas yang berhak untuk tampil di babak play-off untuk mencari satu tim terbaik yang bakal lolos ke The International 2019 di Shanghai, Cina, pada 15-25 Agustus 2019 mendatang.