Tim Dota 2 asal Filipina, Execration (XctN), berhasil memastikan satu tempat bagi mereka di main event ONE Esports Dota 2 SEA League setelah mengalahkan LGD.int dengan skor 2-0 di semifinal Kualifikasi Pertama pada Jumat (5/6/2020).

XctN berhasil memenangi dua game yang ada secara meyakinkan. Dua pemain mereka, Bhem “BHM” Garacia dan Ralph “RR” Penano, merupakan para pemain yang berhasil mendapatkan MVP dari dua pertandingan yang tersaji.


Game Pertama

LGD.int memutuskan untuk memainkan Alchemist di midlane yang dikendalikan oleh Yang “Ms” Yongjie, dan menempatkan Shadow Fiend milik Lai “Ahjit” Jay Son di save lane Dire. Kapten tim LGD.int, Pang “BrayaNt” Jian Zhe, memilih Clinkz sebagai Support Clinkz di game pertama ini.

Di sisi lain, XctN menyusun draft hero yang seimbang dengan memilih Phantom Lancer untuk Jin “Palos” Lamatao, Queen of Pain untuk Bhem “Bhm” Garacia, dan Benhur “Benhur” Lawis yang memainkan Zeus di midlane.

XctN berhasil mengambil alih permainan sejak awal dengan rotasi hero yang tepat waktu untuk Queen of Pain di offlane mereka. Pemilihan Alchemist oleh LGD.int ternyata tak mampu membuat mereka mempertahankan keunggulan emasnya. Selain itu Shadow Fiend dari Ahjit juga gagal memberikan dampak nyata kepada tim.

Kondisi ini memberi peluang bagi XctN untuk mengendalikan map di midgame dan terus menghalangi Alchemist untuk melakukan farming. Dengan damage luar biasa dari hero-hero Execration membuat mereka mampu menjatuhkan hero incaran dari tim lawan dengan cepat.

XctN berhasil memastikan kemenangan mereka di game pertama berkat permainan hebat Palos bersama Phantom Lancer-nya setelah sukses menciptakan ruang yang cukup bagi timnya untuk melakukan backup. Bhm kemudian mampu menyelesaikan permainan ini dengan meraih triple kill dan Godlike.



Game Kedua

Sementara pada game kedua, XctN dengan cepat mengamankan Queen of Pain pada fase draft pick sebagai hero pertama mereka dan menempatkannya di midlane ketimbang offlane. Setelah itu XctN mengambil dua hero support kuat, Tusk dan Rubick. Sebagai tanggapan, LGD.int menyusun daftar hero berisikan Earthshaker, Dragon Knight, dan Anti-Mage sebagai kejutan.

XctN sekali lagi mampu mengambil alih penguasaan permainan di awal game dengan mampu memenangi setiap jalur mereka masing-masing dengan rotasi Tusk dari Ralph “Rr” Penano yang mampu membantu tim unggul cukup besar dari LGD.int.

Bahkan dalam beberapa team-fight, XctN mampu mempertebal leunggulan mereka dari pertukaran kill yang menguntungkan setelah sukses menjatukan beberapa hero core LGD.int.

Keunggulan di awal permainan membuat XctN mampu mengendalikan map dan menekan midlane. Beberapa kali mereka sukses melakukan dive ke markas LGD.int untuk mengamankan lebih banyak kill lagi.

Saat permainan baru memasuki menit ke-20, XctN berhasil melakukan wipe-out kepada LGD.int. Bhm menjadi sasaran empuk para pemain LGD.int, sebelum BrayaNt datang untuk mencoba membantu dengan Echoslam-nya.

Di sisi lain, Benhur dengan Queen of Pain-nya melepaskan Sonic Wave yang berhasil mengenai empat hero lawan. Meski harus kehilangan dua anggotanya, tetapi hasil pertarungan ini sangat menguntungkan bagi XctN.

Setelah itu, XctN terus melakukan tekanan yang tak mampu lagi dibendung oleh LGD.int, terlebih setelah XctN mendapatkan mega creep. Alhasil, kemenangan pun menjadi milik XctN dengan skor 2-0.


Dengan kemenangan ini, XctN berhak untuk tampil di main event ONE Esports Dota 2 SEA League, meski masih memiliki satu pertandingan lagi menghadapi Flower Gaming di grand final Kualifikasi Pertama karna kualifikasi ini menghadirkan dua slot bagi tim terbaik untuk lolos ke acara puncak.

XctN dan Flower Gaming akan bergabung dengan tim-tim undangan seperti Boom Esports, Team Adroit, Fnatic, Geek Fam, Reality Rift, T1, dan TNC Predator di main event ONE Esports Dota 2 SEA League yang akan dimulai pada 18 Juni. Sementara satu tim lagi baru akan hadir melalui Kualifikasi Kedua yang digelar pada Sabtu (6/6/2020).

BACA JUGA: Taklukkan PG.BarracX, Flower Gaming lolos ke main event ONE Esports Dota 2 SEA League